Tujuh Falsafah Perjuangan KH. Ahmad Dahlan
Kajian Harian
Sebelumnya, kajian seri-1 dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2020 dengan narasumber Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si (Ketua Umum PP Muhammadiyah). Kajian seri ke-2 dilaksanakan pada tanggal 26 November 2020 dengan narasumber Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, membahas tema "Ideologi Muhammadiyah I: Muqaddimah Anggaran Dasar dan Matan Keyakinan & Cita-cita Hidup Muhammadiyah, Kondisi Kontekstual saat ini". Seri ke-3 dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2020 dengan tema "Idiologi Muhammadiyah 2: Kepribadian dan Khittah Perjuangan Muhammadiyah".
Kajian Seri ke-4 ini dihadiri oleh 682 peserta yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan UMS. Turut hadir pula Rektor Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, Wakil Rektor I Prof. Dr. Muhammad Da’i, S.Si, Apt, M.Si, Wakil Rektor IV Dr. Muhammad Musiyam, dan Kepala BPSDM Prof. Dr. Budi Murtiyasa, M.Kom.
Rektor Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si membuka acara dan memberikan sambutan, menekankan pentingnya memperkuat ideologi Muhammadiyah. Beliau menyatakan bahwa penguatan ideologi ini sangat penting untuk menjadi komitmen bersama dalam mendukung satu kekuatan yang utuh, memperkuat jati diri, dan memberikan kontribusi untuk perkembangan Muhammadiyah, UMS, bangsa, dan negara.
Adapun tujuh falsafah perjuangan KH. Ahmad Dahlan adalah sebagai berikut:
1. Hidup di dunia akhirat oriented : Tetap beraktivitas di dunia namun tetap memperhatikan akhirat.
2. Watak angkuh dan takabur : Kebanyakan manusia angkuh dan mengambil keputusan sendiri-sendiri.
3. Kebiasaan sulit diubah : Manusia terbiasa dengan sesuatu yang dicintai sehingga sulit diubah.
4. Bersama dalam kebenaran : Manusia perlu bersatu dalam kebenaran, menggunakan akal untuk mencari tujuan hidup yang sebenarnya.
5. Berani memegang kebenaran : Setelah mendengar banyak pelajaran, manusia sering takut memegang teguh kebenaran.
6. Pengorbanan pemimpin : Pemimpin rakyat sering tidak berani mengorbankan harta dan jiwanya untuk kebenaran.
7. Belajar bertahap : Pelajaran harus dilakukan sedikit demi sedikit, baik dalam teori maupun praktek.
Kajian ini diharapkan membawa berkah dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan UMS dan persyarikatan Muhammadiyah.
Sumber : Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia Universitas Muhammadiyah Surakarta (BPSDM UMS), 22 Januari 2021